Kelian Banjar Dinas Panglan, Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Kadek Kamardiyana, berhasil menyabet penghargaan bergengsi dari Pemerintah Kabupaten Gianyar 

Berkat inovasinya mengolah limbah upacara keagamaan menjadi pakan ternak Kelian Banjar Dinas Panglan, Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Kadek Kamardiyana, berhasil menyabet penghargaan bergengsi dari Pemerintah Kabupaten Gianyar. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Gianyar I Made Mahayastra dalam ajang Anugerah Citra Karya Raksita 2026 di Alun-alun Kota Gianyar, Minggu (19/4/2026), bertepatan dengan peringatan HUT ke-255 Kota Gianyar.

Kamardiyana yang juga pendiri komunitas Mai Organic, meraih penghargaan sebagai Terbaik Inovasi Bidang Kelautan dan Perikanan berkat pengembangan pakan fermentasi berbahan limbah upacara. Pada kategori tersebut, hanya satu inovator yang terpilih, dan Kamardiyana dinilai unggul dari sisi kematangan konsep hingga pemaparan inovasi.

Berbasis di Mai Organic Farm, Banjar Panglan, Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Kamardiyana mengembangkan sistem pertanian terintegrasi yang menggabungkan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan dalam satu siklus yang saling mendukung. Konsep ini juga dipadukan dengan pariwisata berbasis edukasi.

Limbah upacara keagamaan seperti penek, yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, dijadikan bahan baku melalui proses fermentasi menggunakan prebiotik alami. Hasilnya, pakan alternatif ini mampu menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan. Selain disukai ayam, penggunaan pakan ini juga membuat areal kandang tidak berbau.

Inovasi tersebut kemudian berkembang ke sektor lain. Pakan fermentasi dimanfaatkan sebagai tambahan dalam budidaya lele, memperkuat sistem pertanian terpadu yang telah dibangun. Dikombinasikan dengan hidroganik dan pertanian organik, kawasan Mai Organic kini menjadi ekosistem berkelanjutan sekaligus ruang edukasi dan rekreasi.

Menurut Kamardiyana, inovasi tidak selalu tentang menciptakan hal baru, tetapi bagaimana memaksimalkan potensi yang sudah ada. “Dari limbah yang kerap diabaikan, lahir solusi yang memberi manfaat ekonomi sekaligus menjaga lingkungan,” ujarnya.




Sementara itu, Bupati Gianyar I Made Mahayastra mendorong agar inovasi ini terus dikembangkan dan diperluas. Bupati berharap manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh komunitas, tetapi juga masyarakat luas, sekaligus menjadi inspirasi bagi lahirnya berbagai terobosan baru.

Dari Desa Pejeng, inovasi ini menjadi bukti bahwa perubahan dapat tumbuh dari komunitas, kearifan lokal, serta keberanian melihat peluang dari sesuatu yang selama ini dianggap tidak bernilai.

Komentar

Postingan Populer